Kepala Indra mengalami luka robek sehingga mendapat 12 jahitan. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)

Cirebon – Indra (25) pria asal Cirebon menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Indra selamat dari terjangan tsunami.

Indra mengalami luka yang cukup parah. Dia masih mendapat perawatan di RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Indra baru saja tiba di Cirebon pada Minggu (14/10/2018). Sebelumnya, Andri mendapatkan perawatan intensif di salah satu RS yang berada di Makassar.

“Sebelum dirawat di rumah sakit yang di Makassar itu, saya dilarikan ke posko dulu. Saya tidak tahu itu posko mana, selama tiga hari saya dirawat dan kehilangan kontak dengan keluarga,” kata Indra saat ditemui detikcomdi RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (15/10/2018).

Indra mengalami luka serius di bagian kaki dan kepalanya. Kepala Indra mengalami luka robek sehingga mendapat 12 jahitan. Sementara itu, kaki sebelah kanannya mengalami luka robek, namun tak bisa dijahit lantaran lukanya terlalu terbuka.

“Kaki kanan ini dagingnya terkikis. Mungkin karena gesekan benda-benda saat terbawa arus tsunami,” ucap Indra seraya memegang luka di kakinya.

Lebih lanjut, sebelum diterjang gelombang tsunami, Indra mengaku merasakan getaran gempa yang dahsyat. Saat itu Indra berada di wilayah Pantai Mamboro, Kota Palu. Indra pun panik. Indra langsung menarik gas motor yang ditungganginya seraya melihat ke arah pantai.

“Gempa besar pertama pas jelang maghrib itu belum ada tsunami. Sekitar sepuluh menitan gempa lagi, dibareng dengan tsunami, tapi kecil,” ucap Indra.

Indra saat itu hendak pulang ke kontrakan di Kelurahan Lere, Kota Palu. Saban harinya Indra berjualan cobek. Dia kaget saat melihat gelombang tsunami yang besar.

“Saya jalan lagi, tiba-tiba di depan saya itu mobil berhenti. Saya lihat ke pantai ada gelombang air laut setinggi sekitar enam meter, saya langsung terseret gelombang itu,” katanya.Lagi, Indra mengaku terseret gelombang tsunami sekitar 50 meter. Indra berjuang menyelamat dirinya dari hempasan tsunami. Sementara itu, motor yang ia kendarai hilang entah kemana lantaran terseret arus.

“Saya sempat bertahan nafas. Mulut saya serasa menelan bensin, karena di wilayah itu banyak penjual bensin eceran. Pas saya bangun, kaki saya tertimbun reruntuhan kayu,” kata Indra.

Saat Indra membuka mata usai terseret gelombang tsunami, Indra pun kaget lantaran melihat sejumlah mayat. Indra sempat teriak untuk meminta pertolongan. Kakinya tak bisa digerakkan.

“Saya bangun, terus langsung membersihkan timbunan. Saya lihat ada enam orang, empat di antaranya sudah meninggal karena tsunami. Karena khawatir ada gempa susulan. Saya juga menggelesot untuk menyelamatkan diri, karena kaki saya tidak bisa digerakkan untuk jalan,” katanya.

Beberapa menit setelah kejadian, seorang lelaki menolong Indra. Sebelumnya, sejumlah orang enggan menolong Indra lantaran terjadinya gempa susulan. Indra pun langsung dilarikan ke posko terdekat.

“Saya menggelesot sampai ke jalan, awalnya orang ragu-ragu menolong karena ada gempa susulan. Setelah berhenti saya ditolong. Alhamdulillah saya bisa selamat, saya bersyukur,” ucapnya.

Cerita Penjual Cobek asal Cirebon Selamat saat Tsunami PaluIndra selamat dari terjangan tsunami Palu. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)

Indra sudah delapan tahun tinggal di Kota Palu bersama istrinya, Ipah Kolipah (24) dan anaknya Hafizah. Indra bersama keluarganya tinggal di Kelurahan Lere. Saat kejadian, istri Indra berada di kontrakannya.

“Alhamdulillah keluarga selamat semua. Waktu kejadian saya ada di rumah bersama anak dan kakak saya. Di rumah itu hanya gempa saja, tembok retak dan lantai pada pecah,” kata Ipah.

Kemarin malam, Pemkab Cirebon memulangkan tujuh warga Cirebon yang terdampak gempa dan tsunami di Kota Palu. Ketujuh orang itu di antaranya, Enang Kusuma (33), Dewi Mustikasari (29), Maulana Yusuf Ibrahim (8), Humair Azam Ramadhan (15 bulan), Indra (25), Ipah Kholifah (24), dan Nur Hafidzah (3). Dari ketujuh orang tersebut, hanya Indra yang mengalami luka serius.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni tujuh orang korban tersebut akan mendapatkan bantuan. Untuk korban yang mengalami luka akan mendapatkan perawatan medis hingga sembuh total.

Sedangkan, lainnya akan diberikan trauma healing dengan melibatkan pakar. Terkait bantuan ekonomi, pemerintah daerah akan melibatkan Disnaker untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada para korban.

“Mereka dibawa ke RSUD Waled untuk dicek dan diperiksa bagi yang luka. Masalah pembiayaan semuanya gratis sampai sembuh,” kata Enny dalam keterangan yang diterima detikcom melalui pesan singkat.

Sumber: Detikcom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here