Beberapa pemulung sedang memilah sampah di TPA Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/7/2018). (Poto Tribun Jabar)

Wajar Warga Menolak Karena TPAS Kabupaten Cirebon Tidak Di Kelola Dengan Layak.
– Terbengkalai, itulah kalimat yang tepat untuk eks-TPA Ciawijapura Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon. TPA ini ditutup sejak 2016. Dan hingga saat ini reklamasi yang dijanjikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon tidak kunjung direalisasikan.
– TPA Ciledug berada di Sungai Cisanggarung Desa Ciledugwetan dan Desa Cileduglor Kecamatan Ciledug, inipun terbengkalai setelah ditutup 30 Mei 2018
– Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Paliamanan. sempat ditutup karena diprotes warga. Pasca penutupan semua produksi sampah pindah ke TPA Ciledug dan OPEN DUMPING.dari 4 hektar di Desa Ciledugwetan merambah ke Desa Cileduglor tujuh hektar. Protes hingga berbulan bulan oleh aktifis lingkungan Cirebon Timur dan Brebes, hingga dibawa ke Kongres Sungai Indonesia. TPA Ciledug berada di Bantaran Sungai Cisanggarung.


Saat ini Pemkab Cirebon memakai TPA Gunung Santri kembali meski diprotes warga. Disinipun OPEN DUMPING dan menggunung.
Ketiga TPA yang tercantum di RTRW Kab. Cirebon semua berada didaerah sumber air.. Dua didaerah tangkapan air,dan satunya di Daerah Aliran Sungai.


Dalam (revisi) Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cirebon Tahun 2018 – 2038:

Pengembangan TPAS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, meliputi:

a. peningkatan pemanfaatan TPAS yang ada dengan sistem pengelolaan sampah sanitary landfill atau dengan penerapan teknologi persampahan lainnya, meliputi:

1. TPAS Gunung Santri berada di Kecamatan Palimanan;

2. TPAS Gegesik berada di Kecamatan Gegesik;

3. TPAS Ciawi Japura berada di Kecamatan Susukan Lebak; dan

4. TPAS Ciledug berada di Kecamatan Ciledug.

b. pembangunan TPAS dengan sistem pengelolaan sampah sanitary landfill atau dengan penerapan teknologi persampahan lainnya terdapat di wilayah Barat, wilayah Tengah, dan wilayah Timur Kabupaten sesuai dengan hasil kajian; dan

c. pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional dengan sistem pengelolaan sampah sanitary landfill atau dengan penerapan teknologi persampahan lainnya berada di wilayah kabupaten.
Tidak disebutkan secara tertulis TPAS berada di Pasaleman Tidak semua di 412 desa di Kabupaten Cirebon sampahnya dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH).Desa yang mempunyai TPS dan bekerjasama dengan DLH bisa dihitung dengan jari.


Lalu darimana sampah itu berasal ? Dari pasar pasar, komplek perumahan, toserba, pabrik, rumah makan, hotel dan tempat tertentu.

Dan Apakah desa desa di Kecamatan Pasaleman pengelolaan sampahnya bekerjasama dengan DLH ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here