TIDAK MEMBUANG SAMPAH & LIMBAH KE SUNGAI

Hakikat Pencemaran air

Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi ini, kita semua bergantung pada air. Untuk itu diperlukan air yang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Tapi pada akhir-akhir ini, persoalan penyediaan air yang memenuhi syarat menjadi masalah seluruh umat manusia.

Dari segi kualitas dan kuantitas air telah berkurang yang disebabkan oleh pencemaran. Pencemaran air sungai terjadi apabila dalam air sungai terdapat berbagai macam zat atau kondisi yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu.

Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, sebagai contoh suatu sungai yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik,akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Bantu kami warga Kabupaten Cirebon untuk mengamalkan Pancasila dan UUD 1954

Dalam praktek operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah ditunjukkan secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen-komponen lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air sungai, pencemaran air laut, pencemaran air tanah dan pencemaran udara.

Cara mencegah pencemaran air :

  1. Gunakan air dengan bijaksana.

Hindari penggunaan air secara berlebihan. Apalagi jika air diambil langsung ke dalam perut air tanah. Disamping mengurangi cadangan air bersih, penyerapan air tanah secara berlebihan juga berdampak buruk pada keseimbangan lingkungan. Saat ini, terutama di daerah perkotaan, eksploitasi terhadap air tanah sudah mencapai tahap memprihatinkan. Jika dibiarkan terus berlangung, bukan tidak mungkin akan timbul kerusakan lingkungan dalam taraf yang mengerikan.

2. Kurangi penggunaan deterjen.

Meminimalkan penggunaan deterjen. Deterjen terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Umumnya, deterjen mengandung bahan yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada bahan. Senyawa dalam deterjen terbukti berpengaruh buruk terhadap lingkungan, apalagi jika dipakai dalam jumlah berlebihan. Karena itu, mengurangi deterjen adalah cara mencegah pencemaran air selanjutnya yang bisa dilakukan.

Kalaupun menggunakan barang-barang tersebut, pilihlah secara bijaksana mana yang paling ramah untuk lingkungan. Saat ini, telah tersedia bahan-bahan alternatif untuk mengurangi ketergantungan manusia terhadap deterjen. Misalnya sabun mandi dan pasta gigi herbal. Produk-produk tersebut lebih alami dan mudah diurai sehingga bias mengurangi pencemaran.

3. Kurangi konsumsi obat-obat kimia.

Bijaksana mengurangi obat-obat kimia, dan menggantinya dengan obat-obatan alternatif berbahan herbal. Selain berfungsi untuk regenerasi sel, sisa obat tidak akan menimbulkan pencemaran kimiawi.

4. Kurangi penggunaan bahan-bahan yang sulit terurai.

Banyak bahan sulit terurai yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya plastik dan styrofoam. Bahan tersebut memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai. Membatasi penggunaan barang-barang tersebut. Agar kerusakan lingkungan tidak terjadi lebih lanjut. Gunakan bahan alternative pengganti.

5. Kelola sampah rumah tangga dengan baik.

Pemisahan sampah organik dan non-organik memudahkan pengelolaan sampah di  sampah-sampah yang tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan senyawa kimia akibat proses bakterial yang merusak ekologi air. Mengelolasampah secara mandiri, baik dengan oksidasi sederhana maupun menjadikannya kompos. Selain baik untukmeregenerasi lingkungan tanah, juga dapat mengurangi beban operasional pengelola sampah.

6. Pengelolaan limbah pada industri rumah tangga.

Limbah industri rumah tangga adalah penyumbang pencemaran air tertinggi dalam lingkungan padat penduduk. Sebab, industri rumah tangga dan industri kecil menengah cenderung tidak mengindahkan pengelolaan limbah, sebagaimana terdapat dalam industri besar. Penyuluhan serta mencontohkan langkah-langkah konkret adalah cara mencegah pencemaran air yang bisa dilakukan.

Penyebab dan akibat pencemaran air

Penyebab pencemaran air dapat disebebkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, daun-daunan dan sisa-sisa makanan. Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, dan kayu-kayuan. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan.

Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahayamatahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air, yang menghasilkan oksigen.

Tentunya anda pernah melihat permukaan air sungai atau danau yang ditutupi deterjen. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok.

Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis. Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan pendangkalan.

Dampak Dari Pencemaran Air

Pada saat ini pencemaran air telah mengancam seluruh negeri. Hal ini disebabkan karena melalui mekanisme alam seperti tiupan angin, aliran air sungai, daya rambat di tanah melalui difusi pencemaran tersebut dapat menyebar ke mana-mana. Buangan di perairan menyebabkan masalah kehidupan biota dalam bentuk keracunan bahkan kematian.

Gangguan terhadap biota perairan telah menimbulkan dampak penurunan kualitas dan kuantitas biota perairan (hewan dan tumbuhan di dalam air). Kelebihan pupuk yang dialirkan ke rawa atau ke danau dapat menimbulkan suburnya enceng gondok.

Selain itu, erosi lumpur yang terbawa ke laut kemudian diendapkan mengakibatkan tertutupnya permukaan karang yang pada akhirnya menyebabkan kematian karang.

Akibat pencemaran itu kehidupan dalam air dapat terganggu dengan mematikan binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan dalam air karena oksigen yang terlarut dalam air akan habis dipakai untuk dekomposisi aerobic dari zat-zat organik yang banyak terkandung dalam air buangan.

Pencemaran yang tidak disebabkan oleh sifat racun dari bahan-bahan pencemaran adalah :

  1. Kandungan lumpur yang meningkat di dalam air mengurangi jumlah cahaya yang masuk yang diperlukan untuk berfotosintesis. Unsur hara yang masuk berlebihan ke ekosistem perairan dapat menyebabkan pertumbuhan yang sangat cepat dari algae atau tanaman air, sehingga menyebabkan berkurangnya bentuk kehidupan lainnya seperti ikan.
  2. Buangan air panas meskipun tidak langsung membunuh biota air, dapat merubah kondisi dari lingkungan hidupnya. Akibatnya, satu jenis akan tumbuh dan berkembang lebih cepat sedang yang lain justru dapat terhambat. Kelakuan ikan yang selalu berpindah dapat berubah disebabkan adanya perubahan suhu yang relatif cepat pada jarak yang pendek.
  3. Senyawa organik di dalam proses penguraiannya dapat mengambil zat asam dari air terlalu banyak, sehingga membahayakan kehidupan di tempat itu.
  4. 4. Air sungai yang mengalir berlebihan ke perairan pantai dapat membentuk lapisan yang menghalangi pertukaran massa air dengan lapisan air yang lebih subur dari bawah.

Pencemaran air ke lingkungan perlu diperhatikan dan diantisipasi dengan baik, lebih-lebih terhadap air sungai,karena air sungai dipakai penduduk untuk berbagai keperluan. Pencemaran sungai oleh air buangan ditinjau dari sudut mikrobiologi antara lain : pencemaran bakteri pathogen dan non patogen serta bahan organik.

Banyaknya bahan organik akan merangsang pertumbuhan mikroorganisme menjadi pesat. Hal ini mengakibatkan pemakaian oksigen akan cepat dan meningkat, akibatnya kadar oksigen terlarut dalam air akan menipis dan menjadi sedikit sekali, yang akhirya mengakibatkan mikroorganisme dan organisme air lainnya yang memerlukan oksigen mati. Ekologi air akan berubah drastis. Keadaan menjadi anaerobik, sehingga air sungai busuk, dan tidak sehat bagi pertumbuhan mikroorganisme flora dan fauna air itu. Lingkungan hidup yang demikian ini sudah rusak dan tidak layak lagi bagi kebutuhan hidup kita.

Kesimpulan

Air sebagai komponen lingkungan hidup akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen lainnya. Air yang kualitasnya buruk akan mengakibatkan kondisi lingkungan hidup menjadi buruk sehingga akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan keselamatan manusia serta kehidupan makhluk hidup lainnya.

Penurunan kualitas air akan menurunkan dayaguna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung dari sumber daya air yang pada akhirnya akan menurunkan kekayaan sumber daya alam. Air sebagai komponen sumber daya alam yang sangat penting maka harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Hal ini berarti bahwa penggunaan air untuk berbagai manfaat dan kepentingan harus dilakukan secara bijaksana denganmemperhitungkan kepentingan generasi masa kini dan masa depan.

Untuk itu air perlu dikelola agar tersedia dalam jumlah yang aman, baik kuantitas maupun kualitasnya, dan bermanfaat bagi kehidupan dan perikehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya agar tetap berfungsi secara ekologis, guna menunjang pembangunan yang berkelanjutan. Air adalah salah satu bentuk materi dari sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan semua makhluk yang ada di bumi ini. Manusia dalam menjalankan segala aktivitasnya juga membutuhkan air. Air yang dapat digunakan dalam kehidupan manusia adalah air yang kualitasnya baik, bersih dan sehat.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan sungguh- sungguh dalam melestarikan dan mengelola sumber daya alam yaitu salah satunya dalam mengelola air. Sikap yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah sikap cinta lingkungan. Sikap tersebut harus di tanamkan dalam diri sejak dini.

Pernah Membuang Sampah di Sungai?

Kegiatan ini kelihatannya sepele namun pengaruhnya dalam kehidupan sungguh sangat luar biasa hebatnya, tak bisa kita bayangkan apabila masing-masing kaluarga membuang satu tas plastik sampah ke sungai, padahal kita tahu ada jutaan keluarga di indonesia sehingga apabila ditotal maka ada jutaan tas sampah perhari, itu baru dalam satu hari lalu berapa total dalam satu tahun dan berapa jumlahnya diseluruh dunia. efeknya dapat kita saksikan banjir terjadi dimana-mana, air sungai rusak, banyak jenis ikan punah dan bermacam kerugian lainya yang semua itu tentu sangat merugikan kehidupan manusia itu sendiri.

Alasan membuang sampah di sungai

  1. Tidak ada tempat pembuangan sampah didekat rumah, padatnya pembangunan tidak menyisakan lahan kosong sebagai tempat menampung sampah rumah tangga.
  2. Ikut-ikutan tetangga atau orang banyak yang juga melakukanya sehingga seakan menjadi budaya.
  3. Niat hati ingin membuang sampah pada tempatnya tapi melihat ada yang lebih praktis maka memilih melamparnya saja disungai.
  4. Biaya pembuangan sampah disungai lebih murah jika dibanding mengerjakan tukang kebersihan untuk menggangkutnya ke tempat pembuangan sampah akhir TPA.
  5. Tinggal dibantaran sungai sehingga lebih dekat membuangnya, tinggal melempar maka selesai sudah urusan pembuangan sampah.

Apapun alasanya yang jelas membuang sampah disungai merupakan sebuah tindakan tidak terpuji yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang banyak, disini kita akan coba uraikan apa saja yang mungkin terjadi apabila kita melestarikan budaya bahwa sungai adalah tempat pembuangan sampah.

Akibat membuang sampah di sungai

  1. Air sungai tidak dapat mengalir dengan normal karena tersumbat sampah pada area tertentu yang terjadi penumpukan misalnya pada pintu air.
  2. Banjir terjadi karena sungai tidak dapat berfungsi dengan baik.
  3. Ikan mati dan terjadi kepunahan beberapa spesies yang hidup di sungai karena jenis sampah tertentu membawa bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem  yang hidup di dalam air sungai.
  4. Pepohonan atau tanaman yang seharusnya tumbuh subur disekitar sungai menjadi mati sehingga lingkungan menjadi rusak tidak bersahabat.
  5. Kualitas air menjadi rusak, hamparan sungai yang sebelumnya terlihat biru bersih menyegarkan bisa berubah menjadi hitam pekat atau warna lainya dengan bau busuk menyengat.
  6. Psikologi masyarakat disekitar sungai terganggu, sering menutup hidung karena bahu dan terganggunya aktifitas kehidupan sehari-hari.
  7. Banyak ragam jenis penyakit baru karena kualitas air sungai yang buruk, padahal banyak warga yang menggunakanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat membuang sampah di sungai, akibatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang membuangnya saja namun harus ditanggung masyarakat umum, hewan-hewan, ikan, pepohonan dan keseimbangan alam menjadi terganggu sehingga planet bumi menjadi tidak layak untuk dihuni. jadi mari mulai dari diri sendiri untuk membudayakan membuang sampah pada tempatnya, semoga dapat kita jaga lingkungan sekitar dan dapat kita saksikan kembali birunya air sungai di kota besar seperti jakarta, semarang, surabaya, aceh, papua dan kota-kota lainya di indonesia dari sabang sampai merauke.

Tulisan Dari berbagai sumber.