ADOPSI POHON KONSERVASI SUNGAI

Adopsi Pohon Konservasi Sungai

Kegiatan ini berawal dari penanaman tanaman konservasi di Sungai Cisanggarung,. Kesulitan kami adalah pembiayaan karena tanaman harus dirawat secara seksama dan serius sehingga terjamin kehidupannya.

GM PT PLN TRANS JBT Edwin Nugraha Putra bersama Keyua Umum Petakala Grage menandatangani dokumen bantuan CSR untuk Adopsi 1000 Pohon Konservasi di Bantaran Sungai Cisanggarung pada hari selasa, (5/06) di Balai Desa Cileduglor Kec. Ciledug Kab. Cirebon.

Untuk itulah dirancang Program Adopsi Pohon (tree adoption program) Konservasi Sungai untuk menggalang dana dari masyarakat umum maupun lembaga yang kami beri nama Program Adopsi Pohon Konservasi Daerah Aliran Sungai. Selain berfungsi sebagai tanaman konservasi, juga berfungsi untuk mengurangi risiko bencana dan fungsi ekonomis warga sekitar DAS.

Tanaman akan ditanam dibantaran dan sempadan Sungai pada musim hujan yaitu bulan oktober hingga maret. Secara teknis kami akan bekerjasama dengan para pemilik dan penggarap tanah serta komunitas lokal didesa sepanjang DAS.

Acara seremoni penyerahan bantuan CSR Program Penanaman 1000 yang tadinya siang hari, dipajukan menjadi pagi hari. Sementara kegiatan ngabuburit sambil menanam tetap berjalan sesuai rencana. Dilanjut Bukber lintas komunitas.

Masyarakat dapat berperan aktif sebagai orang tua atau kakak asuh bagi pohon yang ditanam dibantaran dan sempadan sungai. Kewajiban para orang tua atau kakak asuh adalah memberikan bekal kepada pohon asuhnya senilai Rp. 151.000,- (seratus lima puluh satu ribu rupiah) untuk setiap batang pohon yang di adopsi.

Biaya ini akan kami gunakan untuk penyediaan bibit pohon, perpindahan bibit, penanaman di lokasi, pembuatan dan penempelan papan nama (tree tag name), sertifikat dan perawatan pohon selama satu tahun sejak pohon ditanam. Pohon yang mati akan kami ganti pada musim hujan berikutnya. Laporan perkembangan tanaman kepada adopter akan dilakukan setiap enam bulan sekali.

Pada tahapan awal program, lahan yang akan ditanami di bantaran dan sempadan Sungai Cisanggarung Desa Cileduglor Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon Jawa Barat dan Desa Bojongsari Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Tanaman yang akan ditanam adalah Aren/Kawung dan Bambu Bitung. Selanjutnya akan kami tanam disekitar mata air, hulu dan hilir/muara sungai di Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung.

GM PT PLN TRANS JBT Edwin Nugraha Putra, berkenan menyerahkan bantuan CSR untuk Adopsi 1000 Pohon Konservasi di Bantaran Sungai Cisanggarung pada hari selasa, (5/06) di Balai Desa Cileduglor Kec. Ciledug Kab. Cirebon.

Amanah kami pegang teguh meski musim kemarau : https://youtu.be/Mrd-NO9t70A
https://www.citrust.id/hari-lingkungan-hidup-sedunia-seribu-pohon-untuk-cisanggarung.html

Program awal dilakukan di Sungai Cisanggarung dan tanaman akan ditanam 2-3 meter dari kaki tanggul dengan jarak tanam adalah 7×7 meter untuk bambu dan aren dua atau tiga baris sejajar utara-selatan tergantung tersedianya lahan. Hal ini karena lahan dibantaran dan sempadan sungai yang masing masing sudah ada pemilik dan petani penggarapnya.

Pada area satu meter dari kaki tanggul akan ditanam tanaman perdu multifungsi, yaitu Kaliandra bunga merah (Calliandra calothyrsus) dengan pola sabuk setebal ±1 meter. Kaliandra ini selain berguna sebagai penahan erosi tanah, kayunya baik sebagai kayu bakar, daunnya disukai ternak kambing dan sapi serta bunganya sebagai penghasil nektar madu.

Sesuai dengan kawasan tumbuhnya kami menyediakan minimal dua jenis pohon yang kami sediakan untuk ditanam pada musim ini. Tanaman tersebut adalah Bambu Bitung dan Aren/enau/kawung (Arenga pinnata Merr.)  .Selain ketersediaan bibit lokal dan kecocokan tumbuh, pemilihan jenis tanaman ini juga ditinjau dari aspek kemampuan pohon untuk menangkap air, menahan tanah serta manfaat pohon bagi satwa liar seperti burung, tupai dan jenis satwa lainnya.

Jenis-jenis pohon yang akan kami tanam di program adopsi pohon  (diadaptasi dari berbagai sumber):

Aren/enau/kawung (Arenga pinnata Merr.) adalah termasuk  tanaman perkebunan yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat karena memiliki banyak kegunaan. Hampir semua bagian tanaman aren ini berguna, baik untuk pangan, bahan baku industri maupun energi terbarukan (bio ethanol). Aren juga memiliki kemampuan fungsi menyimpan air yang tinggi sehingga sangat cocok untuk tanaman konservasi.

Tanaman aren bisa menjadi tanaman konservasi. Hal ini ditunjukkan bahwa aren banyak dijumpai di lokasi yang berbukit dan bantaran sungai yang rawan bencana alam, tanah longsor dan banjir. Pohon aren juga bisa menghambat erosi.

Dari pohon aren, manusia bisa mengambil ijuk, daun untuk atap rumah, batang dan pelepah untuk bahan bangunan, buah muda untuk kolang-kaling yang membuat nikmat kolak, dan cairan manis (nira) segar yang langsung bisa diteguk atau diolah jadi gula merah.

Pohon aren bisa hidup berdampingan dengan pohon lain, aren bisa bertumbuh subur di tengah pepohonan lain dan semak-semak. Lahan untuk aren tidak perlu  dengan membabat hutan. Aren adalah jenis pohon yang ramah lingkungan. Dengan akarnya sedalam enam sampai delapan meter, pohon aren sangat efektif menarik dan menahan air. Aren bisa tumbuh di dataran, lereng bukit, dan gunung hingga dataran rendah dibantaran sungai.

Pohon aren dengan perakaran yang dangkal dan melebar akan sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya erosi tanah. Demikian pula dengan daun yang cukup lebat dan batang yang tertutup dengan lapisan ijuk, akan sangat efektif untuk menahan turunnya air hujan yang langsung kepermukaan tanah.

 Bambu Petung (Dendrocalamus Asper)

Dikenal dengan nama Bambusa Aspera Schultes, Dendrocalamus Flagelifer, Gigantochloa Aspera Schultes, Dendrocalamus Merrilianus adalah tanaman bambu yang mempunyai dinding tidak tipis serta kokoh dan berdiameter bisa meraih kian lebih 20 cm. Bambu betung bisa tumbuh sampai meraih tinggi lebih 25 mtr. serta terbagi dalam dua type, yakni betung hijau serta betung hitam. Bambu betung ini bisa didapati di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi (2000 mtr) serta tumbuh subur pada tempat yang basah dengan daerah penyebarannya ada di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi juga hingga ke lokasi timur Indonesia.

Di Indonesia sendiri bambu betung di kenal memiliki beberapa nama yang tidak sama. Di Jawa di kenal dengan nama Pring Petung, Sunda di kenal dengan nama Awi Bitung, Bugis di kenal dengan nama Awo Petung serta di Papua di kenal dengan nama Bambu Suwanggi.

Bambu sebagai hasil hutan bukan kayu telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Bambu sangat baik tumbuh dibantaran dan sempadan sungai. Pada awalnya pemanfaatan bambu masih tradisional dan terbatas seperti untuk rumah tangga, kerajinan, penunjang kegiatan pertanian, perikanan, perkebunan, perumahan dan lain-lain yang kebutuhannya masih dapat diperoleh dari lingkungan sekitar. Tetapi dengan perkembangan penduduk dan kemajuan pembangunan, pemanfatan bambu sudah memerlukan teknologi yang menghasilkan produk-produk seperti pulp dan kertas, sumpit (chopstick), flowerstick dan papan semen serat bambu.

Dimasa akan datang dimungkinkan sebagai subsitusi kayu seperti playbambo dan bambo particleboard. Produk-produk yang sudah ditangani dengan teknologi memerlukan bahan baku dalam jumlah besar dan lestari. Kebutuhan bambu yang besar tersebut tidak mampu dipenuhi oleh dua sumber bambu saat ini yaitu hutan bambu dan bambu rakyat. Oleh karena itu untuk menunjang kebutuhan bahan baku industri bambu diperlukan pengembangan tanaman bambu dengan konsekuensinya diperlukan bibit dalam jumlah yang banyak.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Program Adopsi Pohon Konservasi Sungai

Perkumpulan Pecinta Kelestarian Alam Grage PETAKALA GRAGE

Alamat Markas: Jl. Sindang Laut – Ciledug No.180, Pabuaran Kidul, Pabuaran, Cirebon, Jawa Barat 45188 Nomor Rekening BRI an. DEDDY MADJMOE 4131 01 001839 53 8

www.petakalagrage.org email: petakalagrage1984@gmail..com